Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Blora Ajukan Tambahan Penerimaan DBH Migas ke Bappenas RI

M
Penulis: M. Nurkhozim❯
Bupati Blora Arief Rohman (tengah) bersama tim hukumnya saat menjelaskan minimnya DBH Migas Blora, tahun lalu.
Bupati Blora Arief Rohman (tengah) bersama tim hukumnya saat menjelaskan minimnya DBH Migas Blora, tahun lalu.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Porsi dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas (migas) Blora tidak besar. Padahal, wilayah Blora berbatasan langsung dengan sumber migas yang ada di Bojonegoro. Pemkab Blora mencoba mengajukan tiga eksternalitas negatif sebagai indikator.


Advertisement

Sebagai informasi tambahan, tujuh Kabupaten yang berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro yaitu, Kabupaten Blora, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Jombang, Lamongan, dan Tuban mendapatkan kucuran DBH migas. Blora menjadi satu-satunya kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah.

Kabag Perekonomian Pemkab Blora Pujiariyanto mengatakan, DBH Migas masih dibagi rata dengan tujuh kabupaten yang berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro. Pihaknya pun telah berkomunikasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas RI) dan membahas keluhan itu.

‘’Selama ini, di dalam undang-undang HKPD itu, tiga persen yang di daerah yang berbatasan daerah penghasil dibagi rata,’’ jelasnya.

Advertisement

Landasan hukum terhadap pengajuan DBH Migas yang sedang diperjuangkan yaitu, PP 37 Tahun 2023. Pada pasal tersebut menyebutkan daerah yang perbatasan langsung dengan penghasil dibagi secara proporsional, berdasarkan eksternalitas negatif.

‘’Itu ada di Pasal 12,’’ terangnya.

Pemkab mengajukan tiga eksternalitas negatif. Yakni, jarak Kabupaten Blora dengan mulut sumur, penurunan air tanah di wilayah perbatasan, terakhir dampak polusi akibat aktifitas industri minyak.

Advertisement

‘’Mulut sumur ke perbatasan Blora itu 9,60 kilometer. Sementara ke permukiman yang di Blora itu 10,36 kilometer. Kabupaten Blora menjadi daerah terdekat,’’ ujarnya.

Ia juga menjelaskan, penurunan air tanah di sekitar perbatasan sangat signifikan selama 20 tahun terakhir. Bahkan beberapa survei mengungkapkan penurunan air tanah mencapai 30 meter dari sumur awal milik warga.

‘’Kami sudah meminta sebanyak 53 responden terhadap penurunan air tanah. Jadi pengakuan warga itu setiap tahun menambah pipa sumur agar mendapatkan air," terangnya. (hul/zim)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Blora Jangan Hanya Jadi Pemasok Sapi, Saatnya Berburu Investasi Industri Daging

Blora Jangan Hanya Jadi Pemasok Sapi, Saatnya Berburu Investasi Industri Daging

Dengan populasi sapi potong mencapai 172.920 ekor pada 2025, tertinggi di Jawa Tengah, Blora memiliki modal yang sangat kuat untuk berkembang menjadi pusat industri pengolahan daging sapi di Indonesia.

Blora Bidik 10 Besar di Porprov Jawa Tengah XVII 2026

Blora Bidik 10 Besar di Porprov Jawa Tengah XVII 2026

Kabupaten Blora memasang target menembus 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Target tersebut disampaikan Bupati Blora Arief Rohman saat mengukuhkan 347 anggota kontingen yang akan berla

Desa Sumurboto Blora Dibidik Jadi Kampung Bebas dari Narkoba Terbaik di Jawa Tengah. 

Desa Sumurboto Blora Dibidik Jadi Kampung Bebas dari Narkoba Terbaik di Jawa Tengah. 

Kasi Humas Polres Blora AKP Midiyono mengatakan, terpilihnya Sumurboto dalam penilaian tingkat Polda menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Blora.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer